Ketua Sementara Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Nawawi Pomolango mengungkapkan kendala yang dihadapi lembaga tersebut dalam bertemu Presiden Joko Widodo. Hal ini berkaitan dengan polemik dugaan gratifikasi yang melibatkan anak Presiden Jokowi, Kaesang Pangarep, yang menggunakan jet pribadi untuk pergi ke Amerika Serikat bersama istri, Erina Gudono.
Nawawi Pomolango menyampaikan bahwa Jokowi cenderung enggan untuk bertemu dengan KPK. Menurutnya, Jokowi lebih memilih untuk bertemu dengan organisasi masyarakat (ormas) daripada KPK. Padahal, pimpinan KPK memiliki niat untuk berdiskusi tentang pemberantasan korupsi di Indonesia, termasuk masalah penggunaan jet pribadi oleh anak dan menantu Presiden, Bobby Nasution.
Nawawi menyebut bahwa selama lima tahun kepemimpinan KPK jilid V, Jokowi tidak pernah mengirim undangan kepada pimpinan lembaga tersebut. Meskipun demikian, Nawawi mengakui bahwa KPK telah beberapa kali meminta untuk bertemu dengan presiden.
Meskipun Jokowi pernah memanggil KPK, pertemuan itu hanya terjadi sekali untuk membicarakan acara Hari Antikorupsi Sedunia (Hakordia). Nawawi mengharapkan agar KPK bisa berbicara dengan presiden tentang kondisi lembaga tersebut secara menyeluruh.
Nawawi juga menekankan bahwa selama lima tahun kepemimpinan KPK jilid V, Presiden Jokowi tidak pernah memanggil pimpinan KPK saat pelantikan Wakil Ketua KPK Johanis Tanak. Sebaliknya, yang dipanggil adalah dewan pengawas KPK.
Dalam kesempatan tersebut, Nawawi juga berharap agar pemerintahan baru di bawah Prabowo Subianto memiliki komitmen yang kuat dalam memerangi korupsi dan membangun koordinasi dengan lembaga antirasuah.

