Era Soekamto merasa terhormat atas apresiasi yang diterima dari UNESCO, menganggapnya sebagai tanggung jawab untuk terus membantu dan berkontribusi pada program-program UNESCO. Karya-karyanya, menurut Era, merupakan upaya untuk memperpanjang umur dan menghidupkan kembali hal-hal yang terlupakan dalam sejarah. Motif-motif dalam kain batiknya mencerminkan rekaman sejarah dari berbagai sumber, termasuk relief candi, dengan bantuan dari arkeolog muda yang membantunya dalam riset mendalam. Era juga menjelaskan bahwa saat ini ia sedang mencoba merekam sejarah melalui batik sebelum kemudian mengungkapkannya dalam bentuk kata-kata. Dia menekankan pentingnya mengetahui pakem untuk mengembangkan desain dengan tepat agar bertanggung jawab dalam berkarya. Era menyatakan bahwa apresiasi dari UNESCO tidak seharusnya dipuja, melainkan menjadi tanggung jawab dan pendorong bagi dirinya dan timnya untuk menyelesaikan platform Nusantara Wisdom, yang bertujuan menjadi kronik budaya Indonesia. Nusantara Wisdom dianggap Era sebagai tugas besar mereka, yang akan memberikan pendampingan kepada perusahaan maupun pemerintah daerah dalam penggalian potensi budaya dan diplomasi budaya agar relevan dan dapat diterima oleh semua generasi dengan baik.

