Wisatawan yang berkunjung ke Antartika diprediksi akan terus meningkat hingga tahun 2033-2034, dengan estimasi jumlah pengunjung mencapai 285 ribu hingga 450 ribu orang. Mayoritas industri pariwisata Antartika terdiri dari pariwisata kapal pesiar di Semenanjung Antartika, meskipun sebagian kecil pengunjung juga melakukan perjalanan ke wilayah Laut Ross dan bagian pedalaman benua. Pengelolaan pariwisata Antartika diatur oleh Sistem Perjanjian Antartika dan Asosiasi Internasional Operator Tur Antartika (IAATO). Meskipun demikian, IAATO tidak memiliki kewenangan untuk membatasi jumlah pengunjung yang datang. Sebagian besar pengunjung Antartika mendarat di daratan benua tersebut, yang dapat mengancam ekosistem yang rapuh melalui berbagai cara, seperti memadatkan tanah, merusak vegetasi, dan mengenalkan mikroba dan spesies tumbuhan non-asli yang mengganggu koloni burung dan anjing laut. Bahkan ketika kapal pesiar tidak berlabuh, mereka dapat menyebabkan masalah polusi udara, air, kebisingan, dan kerusakan pada dasar laut. Upaya untuk mengelola pariwisata Antartika terus berjalan, meskipun banyak tantangan terkait dengan dampak lingkungan dan keberlanjutan yang perlu diatasi.

