Tercatat bahwa Jepang mencatat rekor kunjungan wisatawan asing pada paruh pertama tahun 2025, dengan jumlah mencapai 21,5 juta kunjungan. Data pemerintah mengungkapkan bahwa permintaan perjalanan ke Jepang tetap tinggi bahkan di luar musim puncak. Angka kunjungan wisatawan selama enam bulan pertama tahun ini bahkan melampaui rekor tahun sebelumnya, mencapai 17,78 juta kunjungan. Pada bulan Juni 2025 sendiri, tercatat 3,38 juta kunjungan wisman, angka tertinggi sepanjang sejarah untuk bulan tersebut.
Korea Selatan menjadi negara penyumbang jumlah kunjungan wisatawan tertinggi pada paruh pertama tahun ini, dengan 4,8 juta orang, diikuti oleh China dengan 4,7 juta, dan Taiwan dengan 3,3 juta kunjungan. Semua pasar tersebut mengalami peningkatan kunjungan dibanding tahun sebelumnya, terutama Tiongkok yang mencatat peningkatan signifikan sebesar 53,5 persen.
Lonjakan kunjungan wisatawan ini membawa dampak bagi Jepang, termasuk masalah overtourism yang memengaruhi kualitas hidup penduduk lokal di destinasi populer. Meskipun Jepang telah berupaya menarik kedatangan wisatawan asing untuk menghidupkan kembali perekonomiannya, namun muncul percepci bahwa jumlah wisman sudah terlalu banyak. Hal ini bahkan memicu pembentukan satuan tugas baru di tengah persiapan menjelang pemilu nasional.

