Presiden RI Prabowo Subianto menegaskan sikapnya terhadap praktik kecurangan pangan yang merugikan rakyat dalam pidatonya di penutupan Kongres Partai Solidaritas Indonesia (PSI) di Solo, Minggu. Prabowo menyoroti kasus penipuan beras oleh beberapa pengusaha yang mengoplos beras biasa dan menjualnya dengan harga premium. Ia menegaskan bahwa tindakan tersebut merupakan pelanggaran yang tidak dapat dibiarkan dan meminta agar aparat penegak hukum segera bertindak tanpa pandang bulu.
Selain mengkritik, Prabowo juga memberikan instruksi kepada Jaksa Agung dan polisi untuk menyelidiki serta menindak tegas para pelaku kecurangan tersebut. Menurutnya, kasus penipuan beras ini merupakan kejahatan ekonomi besar dengan potensi kerugian yang signifikan bagi negara. Presiden bahkan mengungkapkan bahwa kerugian akibat manipulasi harga beras mencapai jumlah yang sangat besar berdasarkan laporan internal yang diterimanya.
Dalam pandangannya, praktik penipuan seperti ini bukan hanya mengganggu pasar, tetapi juga merupakan ancaman serius terhadap kesejahteraan rakyat dan stabilitas negara. Prabowo menyatakan bahwa tindakan tersebut sudah masuk ke wilayah subversi ekonomi yang merugikan rakyat. Ia berharap kesadaran publik dapat terbangun dengan memperhitungkan nilai potensial dana yang hilang akibat kecurangan tersebut, yang seharusnya dapat digunakan untuk program sosial guna meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Dengan pernyataan tersebut, Prabowo mengingatkan betapa pentingnya tindakan tegas terhadap praktik kecurangan yang merugikan negara dan rakyat. Ia menegaskan bahwa penipuan seperti ini harus diusut dan ditindak secara serius agar stabilitas ekonomi dan keamanan negara tetap terjaga.

