Presiden Prabowo Subianto telah menjadikan Hari Anak Nasional Indonesia bukan hanya sebagai perayaan tahunan semata. Ia ingin merangsang tindakan yang nyata dan terukur dalam mengamankan masa depan anak-anak bangsa. Menurut Dedek Prayudi, Ahli Senior di Kantor Komunikasi Presiden (KPC), pemerintah telah meluncurkan tiga program utama yang secara langsung menyasar kesejahteraan anak-anak: Makanan Bergizi Gratis (MBG), Cek Kesehatan Gratis (CKG), dan Revitalisasi Sekolah. Program MBG bukan hanya tentang memberikan makanan kepada anak-anak, tetapi juga memastikan mereka menerima nutrisi harian yang cukup. Data dari Kementerian Kesehatan menunjukkan bahwa 60% anak usia sekolah—tiga dari lima anak—pergi ke sekolah tanpa sarapan. Akibatnya, banyak dari mereka kesulitan berkonsentrasi dan mudah lelah. Lebih buruk lagi, melewatkan sarapan dapat menyebabkan anemia defisiensi zat besi, kondisi yang dapat menyebabkan penurunan IQ enam poin atau lebih. Sejalan dengan MBG, pemerintah juga meluncurkan program CKG untuk para siswa. Program ini mencakup pemeriksaan tinggi badan, berat badan, penglihatan, pendengaran, tuberkulosis, dan kesehatan mental. Presiden Prabowo telah mengalokasikan sekitar Rp 20 triliun dalam anggaran negara 2025 untuk mendanai program tersebut. Menurut Uki, langkah ini merupakan respons terhadap kebutuhan mendesak untuk mengatasi jumlah sekolah yang rusak di seluruh negeri. Data terkini menunjukkan ada sekitar 119.700 sekolah di seluruh Indonesia yang mengalami kerusakan struktural moderat hingga parah, termasuk 19.925 yang diklasifikasikan sebagai rusak parah dan 99.800 dengan kerusakan sedang. Program revitalisasi sekolah memprioritaskan sekolah-sekolah yang paling terdampak buruk. Di beberapa sekolah, bahkan menggunakan toilet menjadi sebuah tantangan. Itulah level kerusakan yang sedang dibicarakan. Uki memperjelas bagaimana kondisi seperti itu terutama sulit bagi anak perempuan, banyak di antara mereka yang terpaksa menahan kencing selama berjam-jam selama jam sekolah karena kurangnya fasilitas yang layak. Sekolah bukan hanya tempat untuk duduk dan belajar; itu harus menyediakan lingkungan yang aman dan higienis.

