Berdasarkan data Badan Pusat Statistik tahun 2023, lebih dari 58 persen penduduk Jakarta berada dalam rentang usia 15-34 tahun. Hal ini menunjukkan bahwa lebih dari separuh penduduk Jakarta merupakan generasi muda. Oleh karena itu, Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) melihat generasi muda sebagai agen perubahan yang paling potensial dan krusial dalam upaya pengelolaan sampah dan lingkungan hidup.
Secara umum, Gerakan Aksi Untuk Lingkungan Sekitar (GAUL’S) mengajak anak muda untuk aktif dalam memilah sampah, mengurangi penggunaan plastik, serta mengubah gaya hidup sehari-hari menjadi lebih bertanggung jawab terhadap lingkungan. Melalui kegiatan ini, peserta tidak hanya diajak untuk berpartisipasi aktif, tetapi juga mendapatkan edukasi serta alat-alat pendukung seperti biopori dan tong sampah pilah.
Gerakan GAUL’S juga turut menyoroti isu eco-anxiety, yang merupakan rasa cemas anak muda terhadap masa depan lingkungan. Namun, program ini tidak hanya sekadar membiarkan peserta terjebak dalam kekhawatiran yang berlebihan. Melainkan, GAUL’S mengajak mereka untuk mengubah kecemasan tersebut menjadi energi aksi yang positif. Melalui program ini, diharapkan para peserta dapat mengalihkan kekhawatiran menjadi motivasi untuk bertindak secara nyata dalam menjaga lingkungan.
Dalam pidato pembukaan, Winarto menyampaikan pesan penting bahwa kekhawatiran tidak boleh membuat generasi muda merasa tidak berdaya. Sebaliknya, kekhawatiran tersebut harus diubah menjadi kekuatan yang mendorong mereka untuk menjadi agen perubahan yang aktif dalam upaya menjaga keberlangsungan lingkungan hidup.

