Indonesia perlu terus meningkatkan ambisi iklimnya, mengingat tingginya ketergantungan pada bahan bakar fosil yang masih mendominasi 75 persen bauran energi nasional. Transisi ke energi bersih tidak hanya penting secara ekologis, tetapi juga membuka peluang ekonomi yang besar. Investasi global di sektor energi bersih mencapai 2 triliun dolar Amerika Serikat tahun lalu, dan jika dimanfaatkan dengan baik, Indonesia bisa mendapatkan pengembalian hingga 600 miliar dolar AS. Hal ini dapat menciptakan 14 juta lapangan kerja hijau dan meningkatkan daya saing ekonomi nasional.
NDC 3.0 menjadi sinyal yang kuat bahwa Indonesia siap memimpin transisi energi global, sesuai dengan target pertumbuhan ekonomi delapan persen per tahun. Namun, Menteri Hanif menekankan bahwa komitmen iklim Indonesia harus realistis, dengan memperhatikan kondisi sebagai negara berkembang. Langkah menuju ekonomi hijau membutuhkan perencanaan bertahap, dukungan sumber daya yang besar, dan kerja sama lintas sektor. Kementerian Lingkungan Hidup (KLH) sedang memperkuat koordinasi antarkementerian dan lembaga untuk memastikan NDC 3.0 yang ambisius namun seimbang antara pembangunan ekonomi dan perlindungan lingkungan.

