Marulam, warga Samosir, Simalungun, Humbang, telah berhasil membangun citra kopi lokal mereka dengan produk Kopi Pardosir. Melalui pembelajaran otodidak dan melalui sumber video online seperti Youtube, Marulam berhasil mengembangkan keterampilan dalam mengolah kopi. Kopi Pardosir bahkan sudah merambah pasar di berbagai daerah seperti Jakarta dan Bali, serta berhasil meraih kesuksesan di pameran kopi di Thailand dan Jakarta.
Menurut Marulam, kualitas kopi Samosir tidak kalah dengan kopi dari daerah lain di Indonesia. Dengan fokus dalam pertanian dan manajemen yang baik, kopi dapat menjadi sumber ekonomi yang menguntungkan dan memberikan kontribusi dalam menciptakan peluang pendidikan, mengingat harga kopi yang terus menjanjikan.
Dukungan dari Kementerian Pertanian dan pemerintah daerah memberikan kesempatan pada Marulam untuk mendapatkan pelatihan dalam menanam kopi dan memahami potensi bisnis kopi di masa depan. Harapannya, dengan bantuan dari Pemerintah Kabupaten Samosir, Kopi Pardosir dapat terus berkembang hingga ke pasar internasional.
Namun, tantangan yang dihadapi oleh Marulam dan masyarakat setempat adalah masalah infrastruktur jalan yang kurang memadai menuju desa dan kebun kopi, yang menghambat distribusi kopi ke luar daerah. Meskipun demikian, semangat dan dedikasi Marulam serta dukungan pemerintah lokal menjadi modal utama dalam menghadapi kendala tersebut.

