Peningkatan signifikan jumlah kasus sengatan panas di tempat kerja selama dekade terakhir menjadi perhatian serius di Jepang. Sebagai contoh, Takami Okamura, seorang pekerja konstruksi berpengalaman, mencatat bahwa penggunaan jaket ber-AC dan peralatan serupa kini telah menjadi kebutuhan untuk melindungi diri dari panas yang intens. Gelombang panas yang melanda Jepang pada Juni 2025 bahkan menyebabkan empat kematian yang diduga akibat serangan panas. Pemerintah Jepang pun meresponsnya dengan mengeluarkan peringatan publik dan mendirikan lebih dari 500 tempat penyejuk sementara. Masyarakat, terutama para lansia, diimbau untuk tetap di dalam ruangan, minum cairan yang cukup, serta menghindari aktivitas di luar ruangan yang tidak perlu guna mencegah dampak buruk dari gelombang panas tersebut.

