Kasus kontroversial yang melibatkan merek fesyen terkenal Gucci telah menunjukkan sensitivitas yang ada di industri mode saat ini. Kesadaran publik terkait kondisi pekerja di seluruh rantai pasokan semakin meningkat, menciptakan tekanan untuk kebertransparanan pemasok demi memberantas praktik perdagangan manusia yang merugikan. Di sisi lain, hubungan industrial di sektor barang mewah juga mulai tergerus, terutama terkait dengan kesejahteraan tambahan yang menjadi perdebatan sentral dalam kontrak tingkat kedua. Informasi terbaru dari studi yang dilakukan oleh Earthsight, sebuah organisasi nonpemerintah Inggris, menyoroti fakta bahwa merek fesyen mewah internasional membeli kulit dari perusahaan-perusahaan yang terlibat dalam peternakan sapi di tanah adat dan daerah yang ditebangi secara ilegal di Amazon. Investigasi yang dilakukan oleh Earthsight dan Repórter Brasil meneliti keputusan pengadilan, citra satelit, dan catatan pengiriman untuk mengungkap rantai pasok kulit dari merek-merek ternama seperti Chanel, Balenciaga, dan Gucci. Informasi ini menciptakan kekhawatiran yang lebih besar terkait etika dalam industri mode dan menunjukkan perlunya transparansi dan tanggung jawab sosial dari merek-merek terkemuka.

