Program konservasi gajah di Aceh telah memainkan peran penting dalam memberdayakan masyarakat, terutama di 12 desa penyangga di sekitar wilayah program Peci Aceh. Aditya Bayunanda, Direktur WWF Indonesia, menjelaskan pentingnya mengembalikan kepercayaan masyarakat terhadap gajah sebagai prioritas dalam pemberdayaan mereka.
Konflik antara gajah dan manusia kerap dipicu oleh kerusakan sumber ekonomi gajah yang mencari makan. Masyarakat pun perlu diedukasi tentang perilaku yang seharusnya dilakukan dan dihindari saat berada di dekat gajah. Program ini bertujuan untuk membangun kembali kepercayaan masyarakat sehingga mereka dapat berinteraksi dengan gajah dengan aman.
WWF telah melakukan pemetaan potensi ekonomi di setiap desa dengan konsep agroforestri. Hasilnya, kebanyakan masyarakat telah menerapkan pola kebun campur dengan menanam kopi, pinang, kakao, dan durian. Menhut juga meminta WWF untuk menyediakan pembeli agar hasil kebun masyarakat dapat diterima di pasar dengan harga yang adil. Hal ini juga selaras dengan harapan Presiden untuk menciptakan perdamaian antara gajah dan manusia serta kesejahteraan bagi keduanya.

