Pentas “Mencari Semar” tidak hanya menarik melalui ceritanya, tetapi juga memikat melalui tata panggung yang dirancang secara apik oleh Deden Bulqini. Panggung bukan hanya sebagai latar belakang, tetapi juga memainkan peran penting dalam mengikuti alur cerita yang disajikan. Dengan teknologi proyeksi, suara, dan tata cahaya yang dirancang secara menyatu, pertunjukan berhasil menciptakan dimensi waktu yang dinamis sesuai dengan kisah tentang Semar yang terperangkap dalam alur waktu. Penggunaan teknologi proyeksi visual interaktif, tata cahaya yang dinamis, dan efek suara yang menyatu membawa penonton dalam suasana yang berubah sesuai dengan setiap adegan, mulai dari ruang futuristik hingga pemandangan ilusi yang memukau. Meskipun menampilkan teknologi modern, Teater Koma tetap mempertahankan sentuhan khasnya melalui kostum warna-warni, nyanyian kocak, tarian teatrikal, dan humor yang cerdas. Gabungan antara inovasi panggung dan warisan tradisional menjadikan “Mencari Semar” sebagai pertunjukan yang unik, mengundang penonton untuk menikmati kesegaran pertunjukan tanpa kehilangan kehangatan yang menjadi ciri khas Teater Koma.

