Wedding stylist memiliki peran yang berbeda dengan wedding planner dalam merencanakan sebuah pesta pernikahan. Menurut Franciska, seorang wedding stylist tidak hanya mengurusi undangan dan wedding stationery, tetapi juga fokus pada detail estetika acara. Di sisi lain, wedding planner bertanggung jawab untuk membuat mood board sebagai gambaran inspirasi, namun wedding stylist lah yang mendesain secara spesifik termasuk ukuran dan detail lainnya.
Ketika merencanakan sebuah pesta pernikahan, wedding planner juga mempertimbangkan kepribadian dari pasangan pengantin. Mereka melakukan sesi perkenalan dan questionnaire untuk mengenal lebih jauh pasangan tersebut, sehingga bisa menciptakan konsep yang mencerminkan kepribadian keduanya.
Sebaiknya pasangan mulai berkonsultasi dengan wedding stylist sekitar 9-12 bulan sebelum pernikahan untuk mendapatkan layanan yang terbaik. Biaya jasa wedding stylist sendiri dapat bervariasi tergantung pada jasa yang diberikan dan kesepakatan yang dicapai bersama.

