Penyebab dan Gejala Demensia pada Usia Muda: Fakta Penting

Date:

Share post:

Demensia, atau dikenal juga sebagai pikun, sering dianggap sebagai bagian dari proses penuaan yang alami, terutama dialami oleh orang lanjut usia. Namun, tidak hanya lansia yang rentan terkena demensia. Kondisi ini juga bisa dialami oleh orang muda, dan dalam beberapa kasus, bahkan menyerang anak-anak. Dikenal dengan istilah Young Onset Dementia (YOD) atau Early Onset Dementia (EOD), demensia yang muncul sebelum usia 60 tahun biasanya mulai terlihat sejak usia 20-an, bahkan pada kasus yang jarang, bisa terjadi di usia yang lebih muda.

Demensia adalah kondisi ketika terjadi penurunan fungsi otak, mengakibatkan menurunnya kemampuan berbahasa, daya ingat, cara berpikir, serta kesulitan dalam melakukan aktivitas sehari-hari. Penyakit ini terjadi karena serangan terhadap sel-sel otak, yang kemudian menyebabkan kerusakan bahkan kematian sel seiring waktu. Gejala demensia bersifat progresif, memburuk seiring berjalannya waktu, dan paling sering dialami oleh lansia karena semakin tinggi risiko terkena demensia seiring pertambahan usia.

Faktor risiko terkena demensia di usia muda pun dapat bervariasi. Mulai dari faktor genetik, penyakit seperti alzheimer, down syndrome, diabetes, stroke, hingga kondisi langka seperti Batten Disease. Gejala demensia pada usia muda juga berbeda dengan gejala pada lansia, karena telah menyerang otak aktif yang masih berfungsi. Gejala kognitif seperti kesulitan mengingat, sulit menemukan kata, hingga gejala non-kognitif dan perilaku seperti perubahan kepribadian, masalah tidur, hingga masalah gerakan juga dapat terjadi.

Meskipun belum ada obat untuk menyembuhkan demensia, upaya pencegahan dan deteksi dini sangat penting. Berolahraga secara rutin, menjaga pola makan sehat, mengonsumsi vitamin D yang cukup, menghindari kebiasaan buruk seperti merokok dan konsumsi alkohol berlebihan, menjaga otak tetap aktif, serta menghindari penyebab risiko penyakit seperti hipertensi dan diabetes dapat membantu mengurangi risiko terkena demensia. Dengan langkah-langkah ini, masyarakat, terutama yang berusia muda, diharapkan dapat mencegah risiko demensia dan tetap menjaga kesehatan otak.

Source link

Semua BErita

Promo Ancol: Tiket Gratis lansia + Beli 3 Gratis 1, Cek Syaratnya!

Ancol Gratiskan Tiket Lansia dan Promo Beli 3 Gratis 1 Libur Juli 2026 semakin berwarna di Ancol dengan hadirnya...

Tips Merawat Bougainvillea agar Sehat dan Bunganya Lebat

Tanaman Bougainvillea: Keindahan Bunga Kertas di Halaman Rumah Bougainvillea, atau yang lebih dikenal sebagai bunga kertas di Indonesia, merupakan...

Cara Mengatasi Kesulitan Tidur Setelah Berolahraga

Kualitas Tidur Setelah Berolahraga Merupakan hal umum bagi banyak orang yang sulit tidur setelah berolahraga, meskipun tubuh terasa lelah....

Resep Lodeh Terong Ungu Santan Sederhana: Gurih dan Bikin Nagih

Cara Memasak Lodeh Terong Ungu Yang Lezat Mari kita mulai proses memasak di dapur. Ikuti instruksi di bawah ini...