Badan Gizi Nasional (BGN) telah memperingatkan tentang kasus keracunan yang terjadi akibat Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di beberapa wilayah di Indonesia. Banyak kasus keracunan ini disebabkan oleh bakteri yang terditemukan dalam makanan, dengan bakteri salmonella dan bacillus cereus menjadi yang paling sering terdeteksi.
Bakteri salmonella adalah basil gram negatif yang termasuk dalam famili enterobacteriaceae. Bakteri ini mampu bertahan dalam berbagai kondisi, termasuk di dalam lambung. Bakteri salmonella biasanya menyebar melalui makanan dan minuman yang terkontaminasi, seperti daging sapi, unggas, sayur, telur, dan susu.
Keracunan akibat bakteri salmonella dapat menyebabkan gejala seperti diare, demam, mual, muntah, sakit kepala, kram perut, dan terkadang darah dalam tinja. Orang yang rentan terkena dampak salmonella termasuk anak-anak, lansia, individu dengan sistem kekebalan yang lemah, serta individu dengan riwayat peradangan usus atau anemia.
Sementara itu, bakteri bacillus cereus merupakan bakteri pembentuk spora yang dapat menyebabkan dua jenis penyakit gastrointestinal, yakni sindrom emetik (muntah) dan sindrom diare. Gejala keracunan akibat bacillus cereus bisa berupa kram perut, sakit perut, mual, diare, dan bahkan muntah.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang dicanangkan oleh Presiden Prabowo telah menyentuh sekitar 5.914 penerima hingga September 2025. Untuk memastikan keamanan makanan yang disajikan, Presiden Prabowo memerintahkan agar seluruh dapur MBG dilengkapi dengan alat uji keamanan makanan. Langkah ini diharapkan dapat mencegah kasus keracunan makanan di masa mendatang.

