Museum Louvre di Paris, Prancis, telah mengalami peristiwa perampokan pada Minggu pagi, 19 Oktober 2025, yang menyebabkan penutupan museum untuk umum pada Senin, 20 Oktober 2025. Delapan koleksi perhiasan bersejarah dari era Napoleon yang ‘tak ternilai harganya’ menjadi target perampokan tersebut. Kepolisian sedang melakukan investigasi intensif untuk mengembalikan koleksi tersebut yang merupakan artefak nasional yang sangat berharga.
Penyelamatan koleksi berharga ini menjadi sebuah tantangan yang sangat besar, dengan polisi memiliki batas waktu terbatas untuk memulihkan artefak tersebut dengan kondisi utuh. Para ahli khawatir bahwa para perampok mungkin merusak atau merusak integritas koleksi tersebut dengan cara melebur logam mulia atau memotong batu permata.
Christopher Marinello, seorang pengacara dan ahli dalam pemulihan karya seni yang dicuri, menjelaskan bahwa upaya untuk menghadapi perampokan ini dan menjaga keutuhan koleksi adalah sebuah prioritas. Marinello, pendiri Art Recovery International, telah berhasil memulihkan karya seni yang hilang senilai lebih dari USD 500 juta untuk berbagai lembaga dan institusi. Keberhasilan dalam mengembalikan koleksi perhiasan dari Museum Louvre menjadi tujuan utama dalam upaya pemulihan ini.
Aksi berani perampokan menggunakan basket lift yang mengejutkan Museum Louvre mengguncang dunia seni pada Minggu pagi. Para pencuri berhasil merampok koleksi berharga dan menyebabkan penutupan museum untuk sementara waktu demi investigasi lebih lanjut. Keamanan menjadi hal yang semakin ditingkatkan untuk mencegah terjadinya peristiwa serupa di masa depan.
Museum Louvre Paris Tetap Ditutup Usai Dirampok, Ahli Sangsi Perhiasan Kembali
Date:
Share post:

