Beberapa waktu lalu, Pandawara mengajak untuk berpatungan dalam membeli hutan melalui akun media sosial mereka sebagai respons terhadap kerusakan lingkungan yang memicu banjir bandang di Sumatera. Banyak yang merespons ajakan tersebut, termasuk artis seperti Denny Sumargo dan Denny Caknan yang siap menyumbangkan dana untuk inisiatif tersebut. Meski mendapat kritik dari sejumlah pihak, Pandawara tetap teguh dalam pendiriannya untuk melaksanakan rencana ‘membeli hutan’ agar tidak dialihfungsikan pada tahun 2026.
Pandawara juga menyatakan bahwa mereka akan melakukan proses wakaf hutan bersama untuk mencegah deforestasi berlebihan dan menjaga keseimbangan hutan. Mereka tengah mempersiapkan rencana dengan matang dan melibatkan berbagai pihak, termasuk senior di dunia aktivis lingkungan serta tokoh-tokoh yang ahli dalam pemanfaatan dan pelestarian hutan seperti Walhi, Greenpeace, Hutan Wakaf Bogor, dan Chanee Kalaweit pendiri Yayasan Kalaweit. Proses ini tidak akan dilakukan secara gegabah, melainkan dengan keterlibatan banyak pihak untuk mencapai tujuan yang diinginkan.

