Ancaman Siber Semakin Borderless, Indonesia Diimbau Waspada

Date:

Share post:

Pada gelaran Konferensi Mahasiswa Pascasarjana Internasional (IPGSC) di Universitas Indonesia pada 23–24 Oktober 2025, dinamika kecerdasan buatan (AI), geopolitik, dan keamanan digital menjadi sorotan utama yang dibahas oleh Raden Wijaya Kusumawardhana, selaku perwakilan Menteri Komunikasi dan Digital Republik Indonesia. Ia membuka pemaparannya dengan menekankan bahwa perubahan teknologi sedang mendefinisikan ulang tatanan dunia, di mana data dan algoritma kini diperlakukan layaknya sumber daya strategis yang memperkuat posisi negara di panggung global.

Dalam pidatonya, Raden Wijaya tidak hanya membicarakan bagaimana teknologi digital telah menjadi tulang punggung kekuatan politik dan ekonomi dunia, tetapi juga menyoroti efek domino kehadiran AI terhadap interaksi antarnegara. Menurutnya, selain memacu akselerasi inovasi, AI turut menciptakan lapisan-lapisan baru dalam persaingan politik global yang sarat ketidakpastian dan risiko.

Peran AI dalam Lanskap Global

Raden Wijaya memberikan contoh nyata dari persaingan ini dengan mengulas penetrasi teknologi DeepSeek dari Tiongkok yang mengubah peta kekuatan AI global dalam waktu singkat. Hanya dengan investasi 6,5 juta USD, DeepSeek telah menggeser nilai pasar AI internasional yang semula mendekati 1 miliar USD menjadi 969 juta USD. Fenomena ini memperlihatkan bahwa ketahanan dan momentum industri AI dapat berubah drastis hanya melalui satu inovasi disruptif, menandai fase baru kompetisi teknologi yang semakin merata antarnegara.

Lebih jauh, ia menunjukkan bahwa konflik terbuka seperti perang antara Rusia dan Ukraina serta ketegangan Iran–Israel menjadi laboratorium nyata bagi implementasi AI di bidang pertahanan dan strategi militer. Kecenderungan penggunaan AI untuk tujuan dual-use—baik sipil maupun militer—dan peran microchip semakin mengukuhkan posisi negara-negara dengan infrastruktur teknologi maju sebagai penentu arah dan standar internasional. Sementara itu, ketergantungan pada AI juga membuka peluang risiko yang lebih kompleks bagi keamanan nasional dan stabilitas kawasan.

Spektrum Ancaman Siber di Era Digital

Tantangan utama lain yang diangkat Raden Wijaya adalah betapa pesatnya evolusi ancaman siber di era digital, di mana batas antarnegara menjadi semakin kabur, dan potensi penyalahgunaan teknologi meningkat dua kali lipat. Ia menegaskan, kemampuan AI untuk dimanfaatkan dalam aktivitas ofensif tidak terbatas pada negara saja, tetapi juga menggoda aktor non-negara untuk terlibat dalam sabotase atau manipulasi digital.

Salah satu ciri krusial ancaman ini adalah sifat dual-use. Perangkat lunak AI, jaringan cloud, dan infrastruktur digital yang pada mulanya dibangun demi mendorong layanan sipil kini turut digunakan untuk operasi spionase, peretasan, dan infiltrasi infrastruktur vital. Negara-negara berlomba-lomba memperkuat arsenal digitalnya untuk keunggulan kompetitif, sedangkan kelompok siber kriminal maupun ideologis sering memanfaatkan celah keamanan untuk menyerang layanan masyarakat.

Karakter ancaman siber yang asimetris semakin memperkuat kerentanan tersebut. Negara besar memang punya kapasitas super untuk menyerang fasilitas vital asing, namun kelompok kecil bisa menyusup melalui malware, botnet, ataupun eksploitasi sistem yang belum diperbarui. Lanskap maya pun menjelma sebagai ruang aksi terbuka tanpa batasan aktor, menempatkan semua pihak pada risiko.

Ambiguitas dan atribusi juga menjadi tantangan besar dalam menanggapi serangan siber. Banyak serangan dijalankan lewat pihak ketiga seperti konsultan teknologi, kelompok siber, atau aktor independen, sehingga sulit mengidentifikasi sumber serangan sesungguhnya. Pertumbuhan AI membuat serangan semakin otomatis, cepat, dan masif serta mempermudah penciptaan konten manipulatif serta pencarian celah keamanan dalam hitungan detik.

Selain itu, Raden Wijaya menyoroti keterikatan erat antara operasi siber dengan dinamika informasi. Dengan AI generatif, kampanye disinformasi dan propaganda digital semakin sering digunakan untuk membingkai opini publik, mengancam legitimasi institusi, dan mengganggu stabilitas dalam negeri. Serangan semacam ini dapat datang dari mana saja, baik negara maupun organisasi non-negara.

Menjawab tantangan tersebut, Raden Wijaya menekankan bahwa ancaman siber tidak sekadar soal teknis, tetapi berkaitan erat dengan kedaulatan digital serta keamanan politik suatu negara. Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya membangun kekuatan siber nasional yang adaptif, membentuk kebijakan pencegahan, serta memperkuat ekosistem SDM digital agar mampu menjaga kendali atas teknologi di tengah arus perubahan global yang tak terelakkan.

Langkah Indonesia untuk Kemandirian Digital

Dalam konteks Indonesia, Raden Wijaya menyerukan urgensi strategi digital yang seimbang antara akselerasi inovasi dan perlindungan keamanan. Investasi besar pada pendidikan, riset, serta pengembangan perangkat keras dan kecerdasan buatan harus dilakukan secara simultan dengan penguatan pertahanan siber dan menjaga integritas infrastruktur vital negara.

Di akhir penyampaiannya, ia menyimpulkan sebagian besar masa depan negara akan sangat ditentukan bukan saja oleh penguasaan teknologi mutakhir, melainkan oleh kapabilitas menjaga dan mempertahankan teknologi tersebut sebagai bagian dari kepentingan nasional yang berkesinambungan. Upaya kolektif membangun fondasi kedaulatan digital inilah yang akan menjadi penentu daya saing Indonesia dalam lanskap global berbasis AI di masa mendatang.

Sumber: AI Dan Ancaman Siber Menguji Kedaulatan Digital Indonesia Di Tengah Persaingan Global
Sumber: AI, Geopolitik, Dan Ancaman Siber: Tantangan Kedaulatan Digital Indonesia Di Era Kompetisi Teknologi Global

Semua BErita

Panduan Shopee PayLater: Tips Aktifkan dan Bayar Tagihan

Belanja online semakin mudah dengan sistem Buy Now, Pay Later yang semakin diminati, seperti fitur Shopee PayLater. Meskipun...

Ramalan Cinta Zodiak 2026: Gairah dan Keberanian Menjemput Takdir

Libra, zodiak yang paling berorientasi pada hubungan, akan menghadapi pengujian yang mendalam pada tahun 2026. Tahun ini akan...

Dampak Telat Bayar Shopee PayLater: Pentingnya Menghindari Keterlambatan

Kemudahan bertransaksi dengan Shopee PayLater menawarkan solusi praktis untuk berbagai kebutuhan. Namun, terdapat konsekuensi yang perlu diperhatikan jika...

9 Ide Camilan Enak dari Nasi Sisa untuk Teman Santai di Rumah

Nasi sisa bisa diolah menjadi camilan yang lezat dan kreatif karena memiliki tekstur yang lebih kering dan bisa...