Insiden kebakaran terjadi di gedung milik PT Terra Drone Indonesia di Kemayoran, Jakarta Pusat, dengan penyebab diduga baterai drone yang terbakar di lantai satu. Karyawan sudah berusaha memadamkan api namun gagal karena lantai tersebut merupakan tempat penyimpanan. Kepolisian Resor Jakarta Pusat (Polres Jakpus) menyatakan bahwa baterai tersebut berjenis lithium.
Baterai lithium merupakan komponen yang umum digunakan pada perangkat seperti ponsel, laptop, skuter listrik, dan drone. Keunggulan baterai ini dalam menyimpan energi besar namun juga memiliki risiko, terutama ketika mengalami thermal runaway. Ini merupakan kondisi dimana suhu di dalam baterai meningkat tak terkendali, memicu reaksi kimia yang bisa mengakibatkan ledakan atau kebakaran.
Beberapa faktor yang dapat menyebabkan thermal runaway antara lain pengisian daya berlebih, kerusakan fisik pada baterai, cacat produksi, dan paparan suhu tinggi. Untuk mencegah ledakan baterai lithium, penting untuk selalu menghindari overcharge dan overdischarge, menggunakan pengisi daya resmi, melindungi baterai dari kerusakan fisik, menjaga suhu baterai, serta memeriksa baterai secara berkala.
Dengan langkah-langkah pencegahan yang tepat, baterai lithium tetap dapat digunakan dengan aman. Selalu periksa kondisi baterai secara berkala dan pastikan untuk mengikuti pedoman penggunaan yang benar. Dengan demikian, risiko kebakaran atau ledakan baterai dapat diminimalkan, memberikan keamanan dalam penggunaan teknologi yang mengandalkan baterai lithium.
Dengan meluangkan waktu untuk berinvestasi dalam pemeliharaan dan perawatan baterai lithium, pengguna dapat memastikan keamanan dan kinerja optimal dari perangkat mereka. Hal ini essensial agar baterai tetap dapat berfungsi dengan baik tanpa risiko potensial yang merugikan. Menjaga baterai lithium dalam kondisi baik adalah langkah yang bijaksana untuk menjaga keselamatan penggunaan teknologi sehari-hari.

