Menyambut musim Libur Natal 2025 dan Tahun Baru 2026 (libur Nataru) yang semakin dekat, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) gencar mengingatkan pemerintah daerah untuk mempersiapkan diri terkait aspek keamanan dan keselamatan di berbagai destinasi wisata. Seluruh pemda, asosiasi, dan pelaku pariwisata diminta menerapkan manajemen risiko di destinasi wisata secara ketat. Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa telah mengirimkan surat edaran kepada para pihak terkait, termasuk instruksi untuk koordinasi intensif dengan BPBD, BMKG, kepolisian, dan Basarnas setempat guna mengantisipasi risiko bencana terutama dengan prediksi curah hujan yang tinggi di bulan Desember.
Manajemen risiko bencana di destinasi wisata terutama penting di tempat yang berisiko tinggi. Kemenpar telah menyebarkan matriks ke seluruh pemerintah daerah untuk menentukan kategori destinasi wisata yang termasuk berisiko rendah, sedang, atau tinggi. Data yang terkumpul dari matriks ini akan membantu memetakan destinasi mana yang rawan bencana, memungkinkan persiapan pengelola wisata untuk berkoordinasi dengan BPBD dan Basarnas setempat. Meskipun data tersebut masih belum terkumpul sepenuhnya, harapan Kemenpar agar pemerintah daerah segera mengisi matriks tersebut untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan. Basarna juga mendukung upaya pencegahan bencana di daerah pariwisata atau destinasi wisata, menunjukkan kerjasama yang baik dalam menghadapi potensi risiko di masa libur Nataru.

