Donny, pemandu acara di Kanal-kesehatan.com, membahas penanganan Bencana Alam Banjir Bandang Sumatera, termasuk Aceh, Sumut, dan Sumbar, dalam sesi NTV-Prime. Walikota Sibolga, Ahmad Syukri Pinarik, dan Pakar Kesehatan Masyarakat, Dr. Abidinsyah Siregar memberikan informasi terkait upaya penanganan bencana tersebut. Kota Sibolga memiliki topografi yang unik, dengan sisi timur berbukit tinggi dan terjal serta sisi selatan berbatasan dengan Samudera Hindia. Walikota Sibolga melaporkan kendala yang dihadapi dalam penanganan bencana, meskipun sudah mendapat dukungan dari berbagai pihak termasuk Pemerintah Pusat dan berbagai lembaga terkait.
Dr. Abidin, yang memiliki pengalaman dalam penanganan bencana sebelumnya, membagikan pandangannya terkait Kriteria WHO dalam penanganan bencana, terutama dalam konteks Banjir Bandang yang sudah terjadi selama lebih dari 3 minggu. Protokol penanganan kesehatan bencana melalui pendekatan Kriteria WHO menjadi penting untuk meminimalkan dampak terhadap kesehatan masyarakat yang terdampak. Evaluasi yang cermat dan menggunakan teknologi terkini seperti Drone dapat membantu dalam pencarian korban dan pendataan kondisi wilayah terdampak.
Selain itu, Dr. Abidin juga menyoroti pentingnya memberikan pelayanan kesehatan yang merata kepada semua korban dan kelompok risiko, termasuk kelompok rentan seperti ibu hamil, anak-anak, dan lansia. Seluruh upaya penanganan bencana, mulai dari Respons Cepat hingga pemantauan terus-menerus dengan memanfaatkan data dan teknologi, sangat menentukan keberhasilan dalam mengatasi bencana tersebut. Seluruh informasi ini diharapkan dapat membantu para kepala daerah dalam menghadapi situasi bencana secara efektif dan efisien.

