Persiapan adonan dan isian merupakan tahap penting dalam pembuatan klepon yang menentukan hasil akhirnya. Teknik yang tepat dalam persiapan ini dapat mencegah adonan retak dan isian gula merah bocor. Menguasai proporsi bahan dan cara menguleni yang benar sangat diperlukan agar kulit klepon dapat membungkus dengan sempurna dan tahan terhadap proses perebusan.
Pertama, penggunaan campuran tepung yang tepat sangat penting. Tepung ketan murni dapat membuat adonan terlalu lentur, sehingga rentan bocor. Penambahan tepung sagu atau tapioka sebagai bahan pengikat akan membuat adonan lebih padat dan tidak mudah pecah. Perbandingan yang disarankan adalah sekitar 1-2 sendok makan tepung sagu untuk setiap 250 gram tepung ketan, diuleni hingga kalis dan elastis.
Kedua, saat menguleni adonan, gunakan air hangat. Air hangat akan membantu mengaktifkan gluten dalam tepung ketan, sehingga adonan menjadi lebih elastis dan mudah dibentuk. Adonan yang diuleni dengan air hangat tidak akan mudah retak dan lebih rekat, sehingga tidak ada celah bagi gula merah untuk keluar saat direbus.
Selanjutnya, uleni adonan hingga benar-benar kalis dan lakukan tes. Adonan yang kalis berarti tidak lengket di tangan dan bisa dibentuk menjadi bulatan tanpa retakan. Trik sederhananya adalah dengan mencubit adonan, bulatkan, lalu pipihkan. Jika tidak ada retakan, adonan sudah siap digunakan dan dapat menjamin bungkusan gula merah tertutup rapat.
Selain itu, perhatikan takaran isian gula merah. Mengisi terlalu banyak gula merah dapat membuat kulit klepon terlalu tipis dan meregang, yang menyebabkan gula merah bocor saat direbus. Pastikan takaran gula merah proporsional, berikan ruang yang cukup bagi kulit untuk menutup rapat, dan potong gula merah kecil-kecil agar mudah meleleh di dalam.
Terakhir, pastikan tangan bersih dari sisa gula merah. Kebersihan tangan saat mengisi dan membentuk klepon sangat penting. Sisa gula merah di tangan dapat membuat permukaan luar klepon menjadi lembek, lengket, dan berpotensi pecah saat direbus. Jadi, pastikan tangan bersih sebelum menyentuh adonan baru atau bulatan yang lain untuk memastikan kualitas adonan klepon yang terjaga dengan baik.

