Mikroplastik menjadi perbincangan hangat setelah laporan dari jurnal Nature Medicine mengungkapkan bahwa otak manusia mungkin mengandung partikel mikroplastik dan nanoplastik setara dengan satu sendok plastik. Kabar ini menimbulkan kekhawatiran global, namun para ahli menekankan bahwa situasinya lebih kompleks daripada sekadar rasa takut. Fragmen plastik ini ditemukan di hampir semua tempat, mulai dari lautan hingga udara yang kita hirup di rumah.
Beberapa layanan medis bahkan menawarkan prosedur pembersihan darah dari plastik dengan harga yang cukup tinggi. Namun, tingkat bahaya yang sebenarnya bagi kesehatan manusia dalam jangka panjang masih belum jelas. Mikroplastik memiliki keberadaan omnisen, yang berarti dapat ditemukan di mana-mana, bahkan termasuk dalam darah dan plasenta manusia. Meski terdengar mengerikan, masih banyak yang perlu dipelajari tentang dampak mikroplastik ini bagi kesehatan manusia.

