Di sebuah kota di kaki Gunung Fuji, festival bunga sakura yang telah berlangsung selama satu dekade terpaksa dibatalkan tahun ini karena menghadapi masalah overtourism. Dalam pengumuman resmi pada Selasa, 3 Februari 2026, Wali Kota Fujiyoshida, Shigeru Horiuchi, menyatakan kekhawatiran akan ancaman terhadap kehidupan tenang penduduk setempat akibat lonjakan jumlah wisatawan yang tidak terkendali.
Festival yang menarik sekitar 200 ribu pengunjung selama beberapa minggu tersebut telah menyebabkan kemacetan lalu lintas yang parah, serta masalah sampah dan pelanggaran lainnya di sekitar kota. Untuk melindungi martabat warga dan lingkungan hidup mereka, keputusan untuk menghentikan festival tahunan tersebut diambil dengan berat hati.
Meskipun festival bunga sakura dibatalkan, tempat festival yang indah dengan pemandangan Gunung Fuji, pohon sakura, dan pagoda lima lantai tetap akan dibuka untuk wisatawan mengunjungi selama musim semi. Kota-kota lain di sekitar Gunung Fuji telah menghadapi masalah serupa dengan pariwisata berlebihan dan mengambil langkah-langkah untuk mengontrol jumlah pengunjung dengan pembatasan dan peningkatan biaya masuk. Gunung Fuji tetap menjadi destinasi wisata populer yang tidak pernah kehilangan daya tariknya.

