Tim Monitoring dan Evakuasi Operasi Merah Putih Translokasi Badak Jawa telah berhasil merekam keberadaan induk badak jawa dan anaknya di Blok Cigenter, Taman Nasional Ujung Kulon. Hasil pemantauan lapangan menggunakan kamera jebak menunjukkan keberhasilan pengelolaan kawasan dan perlindungan Badak Jawa. Menurut Direktur Jenderal Konservasi Sumber Daya Alam dan Ekosistem (KSDAE), Satyawan Pudyatmoko, temuan ini menjadi indikator penting bahwa habitat di Taman Nasional Ujung Kulon tetap terjaga dengan baik.
Induk badak jawa yang terekam, yang diduga bernama Arum, merupakan individu yang telah diidentifikasi sebelumnya. Sementara anak badak jawa yang terekam merupakan individu baru dengan usia perkiraan kurang dari lima bulan. Balai TN Ujung Kulon akan terus memantau kedua badak jawa tersebut secara intensif, bersama dengan seluruh populasi badak jawa di kawasan tersebut.
Upaya ini dilakukan melalui penguatan patroli, pemantauan berbasis teknologi, pengelolaan habitat, dan peningkatan kolaborasi dengan mitra konservasi, LSM, aparat penegak hukum, pemerintah daerah, dan masyarakat. Satyawan juga menyatakan bahwa pemerintah mengajak semua pihak untuk terus mendukung upaya pelestarian Badak Jawa, sebagai spesies satwa langka dan kebanggaan Indonesia demi kelangsungan hidupnya bagi generasi mendatang.

