Pesut Mahakam, mamalia air tawar endemik Sungai Mahakam, semakin terancam oleh penurunan populasi yang mengkhawatirkan. Hanya tersisa sekitar 66 ekor Pesut Mahakam menurut data pemantauan terbaru hingga Februari 2026. Hal ini menunjukkan bahwa perlindungan negara terhadap spesies tersebut belum secara memadai. Hanif, Deputi Bidang Pengendalian Pencemaran dan Kerusakan Lingkungan, mendorong seluruh pemangku kepentingan, dari pemerintah daerah, akademisi, komunitas lokal, hingga masyarakat umum, untuk terus melindungi keberadaan Pesut Mahakam sesuai dengan peran dan kewenangan masing-masing. Upaya perlindungan meliputi edukasi publik, pemantauan populasi, kampanye pengurangan pencemaran, dan mendorong penerapan praktik perikanan yang lebih ramah satwa. Tindakan kolektif diperlukan untuk menjaga keberlangsungan hidup Pesut Mahakam dan mencegah kepunahan spesies berharga ini.

