Menjelang bulan Ramadan, suasana tenteram dan khidmat mulai terasa. Namun, bagi beberapa orang, bulan suci ini juga menjadi momen untuk merayakan keberagaman budaya di seluruh dunia. Bagi umat Muslim yang bepergian selama Ramadan, ataupun pelancong non-Muslim yang berkunjung ke negara dengan mayoritas penduduk beragama Islam, peluang ini tidak hanya untuk merayakan tradisi setempat namun juga untuk memahami lebih dalam budaya yang ada.
Menyambut Ramadan 2026, terdapat tiga tren wisata menarik yang diprediksi akan memperkaya pengalaman perjalanan selama bulan suci tersebut. Salah satunya adalah fenomena “ifrar hiking” yang mulai populer. Aktivitas ini memanfaatkan cuaca akhir musim dingin dan awal musim semi yang nyaman, khususnya di destinasi seperti Arab Saudi dan Uni Emirat Arab. Pendakian setelah salat tarawih ini bukan hanya sekadar olahraga, namun lebih pada aspek spiritual dan kebersamaan, melibatkan kelompok hingga 30 orang. Di UEA, pendakian iftar bisa dilakukan di pegunungan seperti Jebel Al Mebrah dan Jabal Qada’ah di Fujairah dan Ras Al Khaimah.
Ramadan bukan hanya tentang ibadah, namun juga tentang merayakan keanekaragaman budaya yang ada di seluruh dunia. Dengan menggali dan menghargai tradisi lokal, perjalanan selama bulan suci ini akan menjadi lebih berkesan dan bermakna bagi setiap individu yang merayakannya.

