Ada perbedaan yang signifikan antara kue putu ayu tradisional dengan kue putu ayu tanpa kelapa. Kue putu ayu tradisional biasanya menggunakan kelapa parut sebagai topping yang memberikan rasa gurih dan tekstur khas, sementara kue putu ayu tanpa kelapa tidak menggunakan kelapa parut sehingga fokus rasa lebih pada adonan kue itu sendiri.
Beberapa sumber mengatakan bahwa kue putu ayu tanpa kelapa dapat bertahan lebih lama dan tidak mudah basi dibandingkan dengan versi yang menggunakan kelapa parut, karena kelapa parut cenderung lebih cepat basi.
Untuk menggantikan kelapa parut pada kue putu ayu, bisa digunakan meses cokelat, keju parut, atau taburan lain sesuai selera untuk memberikan variasi rasa dan tampilan.
Kue putu ayu yang tidak mengembang sempurna bisa disebabkan oleh beberapa faktor seperti pengocokan telur dan gula yang kurang mengembang, penggunaan bahan yang tidak berkualitas, atau suhu kukusan yang tidak stabil.
Meskipun kue putu ayu tanpa kelapa biasanya menggunakan santan, ada kemungkinan untuk mencari resep putu ayu yang menggunakan susu atau air sebagai pengganti santan, meskipun rasa dan teksturnya mungkin berbeda.

