Estee Lauder Companies, raksasa kosmetik Amerika Serikat, telah mengajukan gugatan hukum terhadap perancang parfum Jo Malone, merek parfum barunya, dan bisnis Zara di Inggris karena menggunakan namanya. Jo Malone, seorang pengusaha asal Inggris, menjual merek parfum dan hak namanya kepada Estée Lauder Companies pada tahun 1999. Setelah mengundurkan diri sebagai direktur kreatif pada tahun 2006, Malone terikat kontrak non-kompetisi selama lima tahun dan dilarang menggunakan nama “Jo Malone” untuk kepentingan komersial.
Saat ini, Estée Lauder menggugat Malone atas pelanggaran kontrak, pelanggaran merek dagang, dan “penipuan” karena penggunaan nama tersebut di kemasan produk parfum yang diluncurkan bersama Zara. Meskipun Malone menyatakan penyesalan atas penyerahan namanya dan menyebutnya sebagai “kesalahan terbesar dalam hidup saya” dalam beberapa wawancara, dia mendirikan merek parfum baru, Jo Loves, setelah berakhirnya klausul larangan bersaing pada tahun 2011. Kolaborasi terbaru Jo Malone dengan Zara menjadi dasar gugatan yang diajukan Estée Lauder pada Maret 2026. Melalui kasus ini, dapat dipahami bahwa menjual hak nama merek dapat menjadi agenda yang rumit dan menuntut pertanggungjawaban yang kuat.

