Amazake, minuman tradisional Jepang yang juga dikenal sebagai produk kesehatan dan kecantikan, mudah dicerna dan bebas gluten, sehingga kerap dijuluki “infus yang bisa diminum.” Disajikan panas atau dingin, amazake adalah minuman beras fermentasi ringan non-alkohol yang dapat ditemui di jalan berkelok-kelok menuju Fushimi Inari di Kyoto. Dengan rasa lembut dan sedikit manis, amazake bukan hanya sekadar minuman, melainkan sepotong sejarah kuliner Jepang yang telah diwariskan selama berabad-abad. Dikembangkan pada periode Kofun, sekitar 250–538 M, amazake lahir dari teknik fermentasi dan pengawetan makanan menggunakan campuran beras, air, dan koji. Campuran tersebut direbus selama delapan hingga sepuluh jam, menghasilkan minuman yang kaya nutrisi dan bakteri baik untuk pencernaan. Meskipun popularitasnya tercatat dalam Nihon Shoki, minuman ini mengalami pasang surut seiring berjalannya waktu.

