Pada tahun ini, bunga sakura di Jepang mekar lebih awal dari biasanya, menciptakan pemandangan indah di Tokyo, Kyoto, Nagoya, dan wilayah Tohoku. Wisatawan yang ingin menikmati keindahan bunga musim semi ramai mengunjungi tempat-tempat populer di Tokyo untuk melihat sakura. Salah satu cara yang populer adalah menaiki yakata-bune, perahu tradisional yang berlayar di Sungai Sumida.
Tradisi yang sudah berusia berabad-abad ini dimulai sebelum abad pertengahan, di mana para bangsawan menikmati musik dan puisi di atas air. Di periode Edo, yakata-bune menjadi lebih dekoratif dan digunakan untuk menonton kembang api atau menggelar upacara teh. Sekarang, wisatawan dapat menikmati hidangan sashimi, tempura, dan sake sambil menikmati pemandangan bunga sakura sepanjang sungai.
Namun, kenaikan harga minyak akibat perang antara Iran vs Israel dan AS memberikan tekanan tambahan pada musim sakura ini. Operator wisata membutuhkan jumlah besar solar setiap bulan, dan kenaikan harga tersebut meningkatkan biaya operasional secara signifikan. Ketika tiket biasanya dipesan jauh sebelumnya, sulit untuk menyalurkan biaya tambahan ini kepada konsumen.
Selain itu, kenaikan harga makanan dan minuman juga menambah tekanan pada industri wisata ini. Para pelaku industri mencemaskan bahwa jika krisis minyak terus berlanjut, mereka mungkin terpaksa menaikkan harga tiket atau menghadapi kerugian. Meskipun tur perahu di Sungai Sumida berlangsung sepanjang tahun, keseimbangan antara tradisi dan ekonomi membuat masa depan wisata sakura ini menjadi tidak pasti.

