Jenggala, merek keramik asal Bali, memiliki sejarah panjang yang telah mendunia. Dikenal oleh penggemar setia di berbagai belahan dunia, Jenggala telah menjadi ikon yang terlihat di beberapa tempat terkenal. Pendiri Ade Waworuntu sangat bangga dengan loyalitas pelanggan yang telah setia selama bertahun-tahun.
Dalam sebuah wawancara dengan CNA, Ade Waworuntu berbagi betapa menyenangkannya melihat pelanggan kembali lagi dan lagi, menegaskan bahwa Jenggala melakukan sesuatu yang benar. Dengan pengalaman lebih dari 50 tahun, Ade Waworuntu, yang kini menjabat sebagai direktur utama Jenggala, lebih suka dipanggil “ibu” untuk menekankan nilai-nilai kekeluargaan yang dianggap penting dalam perusahaan.
Didirikan pada tahun 1976 oleh ayah Ade, Wija Waworuntu, bersama seniman asal Selandia Baru, Brent Hesselyn, Jenggala mengambil nama dari kerajaan kuno yang pernah berkuasa di Jawa. Awalnya, produksi dilakukan di sebuah gudang sederhana di Sanur, dengan pelanggan pertama berasal dari hotel keluarga, Tandjung Sari.
Seiring berjalannya waktu, Jenggala terus tumbuh dan menjadi dikenal di seluruh dunia. Dengan ulang tahun emasnya pada tahun ini, Jenggala terus mempertahankan kualitas keramiknya yang terkenal, menjadikannya pilihan utama bagi banyak klien terkenal di dunia.

