Di era di mana ponsel pintar telah menjadi barang yang sangat umum, keberadaan telepon umum mulai terpinggirkan di banyak negara, termasuk Jepang. Namun, pemerintah Jepang tidak menghapus telepon umum sama sekali, melainkan melihatnya sebagai sarana penting dalam situasi darurat. Telepon umum tetap dijaga keberadaannya dan dianggap sebagai “layanan universal” yang harus tetap tersedia untuk publik dalam segala kondisi.
Dalam upaya menciptakan lingkungan urban yang terhubung dan dapat diandalkan, pemerintah kota Tokyo memiliki visi yang disebut “Tokyo Terhubung.” Mereka tidak hanya mengandalkan jaringan 5G, tetapi juga menawarkan Wi-Fi publik yang luas dan dapat diakses oleh siapa saja, terutama saat keadaan darurat. Transformasi ini juga dilakukan dengan mengubah banyak bilik telepon umum menjadi hotspot Wi-Fi gratis. Langkah kreatif ini membuktikan bahwa infrastruktur lama dapat diberikan fungsi baru yang relevan dengan kebutuhan zaman.
Kolaborasi antara pemerintah kota Tokyo dan perusahaan telekomunikasi Nippon Telegraph and Telephone East Corporation telah membawa perkembangan baru bagi kota tersebut. Bilik telepon umum yang dilengkapi dengan hotspot Wi-Fi gratis pertama kali muncul pada 23 Desember 2025. Langkah ini menunjukkan komitmen pemerintah Jepang dalam menjaga keberlangsungan telepon umum sebagai salah satu sarana vital dalam keterhubungan masyarakat.

