Paviliun Indonesia di Venice Biennale 2026 Angkat Kisah Pelayaran Agung Abad ke-15
Sebuah pameran menarik di Venice Biennale 2026 menghadirkan kisah-kisah epik dari pelayaran agung abad ke-15. Dalam pameran ini, terdapat berbagai tema yang diangkat melalui karya seni visual.
Sang Navigator: Maps and Astronomy
Pameran dimulai dengan tema Sang Navigator yang menggambarkan Maps and Astronomy. Salah satu karya yang menonjol adalah rancangan ulang Peta Banua Tonga yang membuat Eropa terlihat sebagai semenanjung kecil di tepi dunia tanpa batas. Inilah perspektif baru yang dibawa oleh Sang Navigator berdasarkan pengetahuan astrolab Islam sejak masa Abbasiyah.
Sang Naturalis: Flora and Fauna
Pelukis Rusyan Yasin menghadirkan tema Sang Naturalis yang memvisualisasikan Flora and Fauna. Sang naturalis dalam perjalanannya mendokumentasikan keanekaragaman flora dan fauna, termasuk bibit stek anggur yang akhirnya berhasil tumbuh di dataran tinggi Batak. Perkebunan buah baru pun terbentuk.
Faces and Culture: Pertemuan Manusia Lintas Budaya
Di babak terakhir, tema Faces and Culture memperlihatkan pertemuan manusia lintas budaya. Lukisan-lukisan Mariam Sofrina menggambarkan interaksi manusia dari berbagai budaya di pelabuhan Malaka dan pasar musim dingin Venesia. Bahasa-bahasa yang berbeda terdengar di tengah situasi perdagangan global, menciptakan gambaran yang menarik.

