Korea Selatan Memanfaatkan Sampah Wadah Mie Cup Menjadi Bahan Baku Berharga
Di tengah perang Iran versus Amerika Serikat dan Israel serta krisis plastik global, Korea Selatan menemukan solusi inovatif. Negara ini kini memanfaatkan sampah wadah mie cup, yang mayoritas terbuat dari polistirena, sebagai bahan baku berharga.
Transformasi Limbah Plastik Menjadi Bahan Baku Industri Petrokimia
Sebelumnya, wadah mie cup di Korea Selatan dianggap sebagai gangguan lingkungan yang sulit diolah. Kontaminasi minyak pedas membuat proses daur ulang mekanis tradisional tidak efektif. Namun, pemerintah Korea Selatan sekarang telah mengambil langkah terobosan.
Kementerian Lingkungan Hidup Korea memperluas inisiatif daur ulang kimia nasional dengan menggunakan teknologi dekomposisi termal canggih. Mereka mampu mengurai kertas polistirena (PSP) dari wadah mie cup dan mengubahnya menjadi nafta, bahan dasar untuk pembuatan plastik baru.
Pergeseran Menuju Daur Ulang Kimia yang Lebih Efisien
Perluasan inisiatif daur ulang ini mencerminkan pergeseran signifikan dari pendekatan daur ulang mekanis yang konvensional. Proses mekanis seringkali membatasi kualitas plastik yang dihasilkan, sementara daur ulang kimia dapat memberikan kualitas yang lebih baik dan nilai tambah yang lebih tinggi.
Kertas polistirena selama ini menjadi tantangan bagi jaringan daur ulang karena karakteristiknya yang sulit diatasi. Mudah terkontaminasi, sulit dipisahkan, dan diproduksi dalam berbagai warna, membuat PSP sulit didaur ulang secara efisien.

