Tiga Orang Utan Dipulihara Akhirnya Kembali ke Alam
Pada Selasa, 23 Juni 2026, tiga orang utan yang sebelumnya dipelihara oleh masyarakat berhasil kembali ke habitat alaminya. Ketiga orang utan tersebut adalah Bagus, Eboni, dan Roby. Mereka dilepasliarkan di Hutan Lindung Gunung Batu Mesangat, Kecamatan Busang, Kabupaten Kutai Timur, Kalimantan Timur di bawah pengelolaan Kesatuan Pengelolaan Hutan Produksi (KPHP) Kelinjau.
Kegiatan Kolaborasi Multipihak untuk Menyelamatkan Orang Utan
Proses pemulihan dan pelepasan orang utan ini merupakan hasil kolaborasi antara berbagai pihak, termasuk Balai KSDA Kalimantan Timur, BP2SDM Wilayah V Samarinda, Dinas Kehutanan Provinsi Kalimantan Timur, KPHP Kelinjau, COP, dan masyarakat lokal. Menurut Kepala Balai KSDA Kaltim, M. Ari Wibawanto, kegiatan ini merupakan upaya bersama untuk melindungi satwa liar yang terancam punah.
Bagus diselamatkan oleh BKSDA Kalimantan Timur pada September 2020 di Desa Merabu, Berau. Sedangkan Eboni dievakuasi pada April 2022 di Desa Long Beliu, Berau, dan Ruby dievakuasi pada April 2024 di Desa Persiapan Sekurau Atas, Kutai Timur. Setelah menjalani masa pemeliharaan manusia, ketiganya kehilangan sebagian naluri alami mereka.
Proses Rehabilitasi Menuju Kembali ke Alam Liar
Di Borneo Orangutan Rescue Alliance (BORA), ketiga orang utan menjalani proses rehabilitasi yang meliputi berbagai tahapan penting. Mulai dari cek kesehatan hingga pembelajaran keterampilan dasar untuk bertahan hidup di alam liar. Setelah itu, mereka menjalani masa adaptasi di pulau pra-pelepasliaran selama empat bulan sebelum akhirnya dinyatakan siap untuk kembali ke habitat alaminya.
Rehabilitasi orang utan adalah proses yang memakan waktu cukup lama, antara dua hingga enam tahun. Karena itu, pemulihan ketiga orang utan ini menjadi sebuah keberhasilan yang patut disyukuri dalam upaya melestarikan keberagaman hayati di Indonesia. Sesuai dengan visi dari Hari Konservasi Alam Nasional 2026, keberhasilan ini menjadi salah satu pencapaian yang membanggakan bagi perlindungan satwa liar di Indonesia.

