Setelah satu dekade, Wilsen Willim kembali menghadirkan koleksi terbarunya yang memadukan nuansa tradisional Indonesia dengan sentuhan rebel dan punk. Koleksi ini menonjolkan kontras yang terukur, di mana keanggunan wastra Nusantara dipadukan dengan elemen-elemen aksen yang berani.
Penggabungan Unik antara Tradisi dan Modernitas
Rancangan Wilsen kali ini tetap mempertahankan identitasnya melalui potongan yang khas dan inovatif. Dari kemeja berkerah bottleneck yang terinspirasi kebaya Kartini hingga kerah beskap dan janggan yang kembali populer, setiap potongan menghubungkan tradisi dengan sentuhan modern tanpa kehilangan ciri khas aslinya.
Bahkan, bahan tenun tradisional diolah menjadi barang yang bisa digunakan sehari-hari seperti jaket, kemeja, celana, dan rok dengan pendekatan yang lebih kontemporer. Keterampilan dalam penataan potongan membuat busana terasa nyaman dipakai sekaligus memberikan kesan visual yang kuat.
Tak hanya dalam desain, palet warna yang digunakan pun memberikan kesan dramatis pada koleksi ini. Warna dominan biru denim disandingkan dengan warna hitam, putih, abu-abu, dan biru elektrik, ditambah sentuhan kilau metalik emas, perak, dan perunggu yang semakin mempercantik busana di atas landasan catwalk.
Aksesori yang Memperkaya Tampilan
Tidak hanya dalam pakaian, aksesori yang digunakan dalam koleksi ini juga turut menarik perhatian. Mulai dari aksesori logam dari Subeng Klasik, aksesori kulit dari Peau, hingga desain alas kaki dari Bocorocco, semuanya dipilih secara cermat untuk melengkapi setiap rancangan dengan apik.

