Cara Menjaga Berat Badan Tetap Stabil Setelah Diet
Menurunkan berat badan kerap dianggap sebagai tujuan akhir dari sebuah program diet, padahal tantangan berikutnya justru terletak pada bagaimana mempertahankan berat badan yang sudah berhasil dicapai. Tidak sedikit orang kembali mengalami kenaikan berat badan setelah diet karena langsung kembali ke pola makan sebelumnya.
Masa Transisi Setelah Diet
Kondisi ini dikenal sebagai weight regain, yakni ketika berat badan yang telah turun kembali meningkat dalam waktu relatif singkat. Salah satu pemicunya adalah tidak adanya masa transisi setelah diet selesai. Setelah berada dalam kondisi defisit kalori selama periode tertentu, tubuh membutuhkan waktu untuk beradaptasi sebelum menerima asupan energi yang lebih tinggi.
Karena itu, fase pemeliharaan berat badan menjadi bagian penting setelah diet. Pada tahap ini, asupan kalori dinaikkan secara bertahap hingga mendekati kebutuhan harian, sambil tetap memantau perubahan berat badan. Cara ini membantu tubuh beradaptasi dengan pola makan baru sekaligus mengurangi risiko makan berlebihan yang dapat terjadi setelah menjalani pembatasan kalori.
Penjagaan Berat Badan dalam Jangka Panjang
Durasi fase maintenance yang disarankan setidaknya setengah dari waktu yang digunakan untuk menjalani diet, tapi dapat diperpanjang sesuai kebutuhan. Masa transisi ini memberi tubuh kesempatan untuk menyesuaikan metabolisme, hormon, dan kondisi fisik secara bertahap sehingga berat badan yang telah dicapai lebih mudah dipertahankan dalam jangka panjang.
Penambahan asupan kalori dilakukan secara bertahap sekitar 250–500 kalori per hari setiap tiga hingga empat minggu hingga mendekati kebutuhan kalori sebelum diet.
Sumber: Liputan6.com

