Benarkah Membaca di Tempat Gelap Bisa Merusak Mata? Ini Faktanya
Membaca buku sebelum tidur dengan lampu yang redup mungkin menjadi kebiasaan bagi sebagian orang. Namun, ada satu nasihat yang cukup sering terdengar sejak dulu, “jangan membaca di tempat gelap, nanti matanya rusak”.
Mitos atau Fakta?
National Eye Institute (NEI) menyebut membaca dalam kondisi pencahayaan redup memang dapat membuat mata terasa lelah, tetapi tidak menyebabkan kerusakan pada mata. Membaca di tempat yang kurang terang bukan berarti otomatis membuat mata rusak atau menyebabkan seseorang menjadi rabun.
Mengapa Mata Terasa Lelah Saat Membaca di Tempat Gelap?
Saat pencahayaan terlalu redup, kontras antara tulisan dan latar belakang menjadi kurang nyaman untuk dilihat. Hal ini membuat mata harus bekerja lebih keras untuk melihat tulisan, sehingga bisa menyebabkan mata terasa lelah, pegal, kering, atau tidak nyaman. Namun, kondisi ini bersifat sementara dan akan membaik setelah mata beristirahat.
Pencahayaan yang cukup tetap penting agar aktivitas membaca terasa nyaman. Gunakan sumber cahaya yang cukup hingga membantu melihat dengan jelas tanpa menyilaukan dan posisikan lampu agar tidak langsung memantul ke mata.
Membaca Melalui Ponsel di Kamar Gelap
Membaca melalui ponsel dalam kamar yang gelap tidak otomatis merusak mata, namun menatap layar dalam waktu lama dapat menyebabkan kelelahan mata atau digital eye strain pada sebagian orang. Selain itu, penggunaan ponsel dengan layar sangat terang ketika lingkungan sekitar gelap dapat terasa menyilaukan.
Saat mengalami keluhan penglihatan seperti mata lelah, buram, sakit kepala, atau kesulitan melihat tulisan, pemeriksaan mata menjadi langkah yang lebih tepat daripada sekadar mengganti kebiasaan membaca.
Pastikan ruangan memiliki pencahayaan yang cukup agar aktivitas membaca tetap nyaman tanpa merusak mata. Jika ingin membaca sebelum tidur, jangan khawatir asalkan tulisan atau layar tetap terlihat jelas dan berikan mata waktu untuk beristirahat ketika mulai merasa lelah.

