Kerontokan yang terus berlanjut dan mulai diikuti penipisan rambut tidak sebaiknya dibiarkan hingga area kebotakan meluas. Perubahan ketebalan maupun kepadatan rambut dapat menjadi alasan untuk segera menjalani pemeriksaan, meski jumlah helai yang rontok setiap hari belum terasa mengkhawatirkan.
Dokter hair transplant Melissa Liwang mengatakan pemeriksaan sejak dini diperlukan untuk mengetahui kondisi rambut sekaligus menentukan perawatan yang sesuai dengan kebutuhan pasien. Menunggu sampai penipisan terlihat signifikan justru dapat membuat seseorang terlambat mengenali kondisi rambut dan faktor yang memicu kerontokan.
“Tidak perlu menunggu sampai rambutnya semakin tipis bahkan botaknya sudah semakin luas baru dilakukan perawatan,” ujar Melissa dalam wawancara eksklusif bersama Lifestyle Liputan6.com pada rangkaian Beyoutiful Symphony Festival 2026 di Jakarta, Jumat, 11 September 2026.
Perubahan kepadatan rambut perlu diperhatikan
Rambut rontok kerap dipandang sebagai kondisi wajar sehingga sebagian orang memilih menunggu sebelum mencari penyebabnya. Namun, kondisi rambut tidak cukup dinilai hanya berdasarkan banyaknya helai yang terlepas dalam sehari. Perubahan yang terjadi secara bertahap juga perlu menjadi perhatian.
Ketebalan dan kepadatan rambut merupakan indikator lain yang dapat digunakan untuk melihat kondisinya secara lebih menyeluruh. Kerontokan yang berlangsung terus-menerus, terlebih bila disertai rambut yang semakin tipis, dapat menjadi tanda awal bahwa pemeriksaan dibutuhkan.
Karena itu, penanganan tidak harus baru dimulai ketika kebotakan sudah terlihat jelas. Pemeriksaan lebih awal memungkinkan kondisi rambut dinilai sebelum penipisan berkembang lebih jauh. Dari hasil pemeriksaan tersebut, dokter dapat menentukan bentuk perawatan berdasarkan kebutuhan masing-masing pasien.
Penyebab kerontokan tidak hanya stres
Dokter hair transplant Widi Maulidya mengingatkan bahwa stres bukan satu-satunya penyebab rambut rontok. Kondisi psikologis memang dapat memengaruhi kesehatan rambut, tetapi ada beragam faktor lain yang juga perlu diperhatikan ketika kerontokan terjadi.
Oleh sebab itu, penyebab kerontokan tidak dapat dipastikan hanya dengan mengaitkannya pada stres atau melihat jumlah rambut yang rontok. Pemeriksaan secara holistik diperlukan agar dokter dapat menilai keadaan pasien dari berbagai aspek sebelum menetapkan penanganan yang tepat.
Pendekatan tersebut juga membantu membedakan kondisi yang masih perlu dipantau dengan perubahan rambut yang membutuhkan perawatan. Penilaian tidak semata-mata bertumpu pada satu indikator, melainkan mencakup pola kerontokan serta perubahan ketebalan dan kepadatan rambut.
Melissa menekankan bahwa adanya perubahan pada rambut sudah cukup menjadi dasar untuk memeriksakan diri. Dengan pemeriksaan yang dilakukan lebih dini, pasien dapat mengetahui kondisi rambutnya tanpa harus menunggu penipisan semakin nyata atau area kebotakan bertambah luas.

