Jakarta (ANTARA) – Erupsi Gunung Anak Krakatau telah menyebabkan penutupan sementara bandara di sejumlah wilayah Indonesia akibat sebaran abu vulkanik. Dampaknya tak hanya dirasakan oleh penumpang pesawat, tetapi juga maskapai penerbangan yang harus menanggung konsekuensinya.
Delapan Bandara Terdampak Penutupan
Kementerian Perhubungan mencatat delapan bandara yang terdampak penutupan sementara, antara lain Bandara Soekarno-Hatta Tangerang, Halim Perdanakusuma Jakarta, Radin Inten II Lampung, dan beberapa bandara lainnya di wilayah Jawa Barat dan Lampung.
Penutupan bandara tersebut telah mempengaruhi sekitar 1.558 penerbangan yang terpaksa dibatalkan akibat kondisi sebaran abu vulkanik yang masih dinamis. Para penumpang diberikan opsi untuk melakukan penjadwalan ulang penerbangan atau pengembalian biaya tiket sesuai ketentuan maskapai.
Tips Menghadapi Pembatalan Penerbangan
Jika penerbangan Anda tiba-tiba dibatalkan, berikut adalah beberapa langkah yang dapat Anda ambil:
1. Tetap Tenang dan Cari Informasi Resmi
Setelah mengetahui bahwa penerbangan dibatalkan, usahakan tetap tenang dan peroleh informasi resmi terkait pembatalan tersebut. Periksa status penerbangan melalui kanal resmi maskapai untuk mendapatkan update terkini.
2. Pahami Alasan Pembatalan
Ketahui penyebab pembatalan penerbangan karena penanganannya dapat berbeda tergantung pada faktor penyebabnya. Informasi ini penting untuk menentukan langkah selanjutnya yang akan diambil.
Ingatlah bahwa keselamatan penerbangan merupakan prioritas utama di tengah kondisi darurat seperti erupsi Gunung Anak Krakatau.
3. Tanyakan Opsi Reschedule atau Refund
Segera tanyakan kepada maskapai pilihan yang tersedia, apakah Anda dapat melakukan penjadwalan ulang penerbangan atau meminta pengembalian biaya tiket. Sesuaikan opsi ini dengan kebutuhan perjalanan Anda.
Dengan memahami langkah-langkah di atas, Anda dapat menghadapi pembatalan penerbangan dengan lebih tenang dan efektif.

