Pernikahan Andre Taulany dan Amanda Rigby pada Minggu, 20 September 2026, menjadi salah satu berita yang paling banyak disorot. Akad nikah pasangan tersebut berlangsung dengan balutan busana bernuansa tradisional yang dirancang khusus oleh Svarna by IKAT Indonesia, lini busana milik desainer Didiet Maulana.
Busana Akad Andre Taulany dan Amanda Rigby
Rancangan busana pernikahan itu mengambil inspirasi dari kekayaan tradisi Yogyakarta. Unsur tersebut diterjemahkan melalui siluet klasik, permainan detail, serta pemilihan kain yang memiliki filosofi. Didiet juga memberikan sentuhan personal agar keseluruhan tampilan selaras dengan karakter masing-masing pengantin.
Amanda mengenakan kebaya kutubaru dengan siluet tegas. Bentuk tersebut memberikan struktur pada tampilan busana secara keseluruhan. Untuk menyesuaikan proporsi tubuh Amanda, yang disebut berusia 34 tahun dalam sumber, Didiet merancang bagian garis leher atau neckline serta konstruksi bustier secara khusus.
Perpaduan elemen tradisional dan penyesuaian personal menjadi bagian penting dari rancangan tersebut. Busana tidak hanya menampilkan ciri khas kebaya dan inspirasi Yogyakarta, tetapi juga dibentuk agar sesuai dengan karakter serta kebutuhan tampilan Amanda sebagai pengantin.
Memilih Kacamata Berdasarkan Bentuk Wajah
Berita lain yang menjadi perhatian membahas cara memilih kacamata berdasarkan kontur wajah. Bentuk wajah dapat digunakan sebagai acuan awal untuk menyaring pilihan frame yang tersedia, sehingga kacamata terlihat lebih proporsional tanpa mengesampingkan kenyamanan dan gaya pribadi.
Menurut panduan Warby Parker, bentuk wajah yang umum dijadikan rujukan meliputi oval, bulat, persegi, hati, dan diamond. Namun, pengelompokan tersebut bukan aturan yang kaku. Kenyamanan saat digunakan dan selera pemakainya tetap menjadi pertimbangan utama.
Untuk mengenali bentuk wajah, perhatian dapat diarahkan pada bagian wajah yang paling lebar serta garis rahang. Wajah oval biasanya lebih panjang daripada lebar dengan garis yang halus. Wajah bulat memiliki panjang dan lebar yang relatif sebanding serta kontur melengkung. Sementara itu, wajah persegi cenderung ditandai rahang dan dahi yang tegas.
Makna Sebutan “Anak Kalcer”
Istilah “anak kalcer” juga semakin sering digunakan di kalangan generasi muda Indonesia, terutama melalui media sosial. Kata “kalcer” merupakan pelesetan dari “culture” dalam bahasa Inggris. Dalam percakapan sehari-hari, istilah itu merujuk pada orang yang dianggap memahami budaya populer dan mengikuti perkembangan tren.
Maknanya tidak berhenti pada kemampuan mengikuti arus. Sebutan tersebut juga menggambarkan individu yang mengikuti musik, fesyen, dan gaya hidup terkini sekaligus memahami konteks di balik perkembangan budaya tersebut.
Fenomena “anak kalcer” memperlihatkan dinamika pembentukan identitas kaum muda pada era digital dan globalisasi. Popularitas istilah ini mencerminkan cara generasi muda berhubungan dengan budaya populer, tren, serta lingkungan sosial yang terus berubah.

