Pasukan Israel terus melancarkan perang genosida di Gaza yang telah menewaskan lebih dari 45.500 warga Palestina, meski Dewan Keamanan PBB sudah mengeluarkan resolusi yang menyerukan gencatan senjata dengan segera. Menjelang akhir 2024, usai menyerbu Rumah Sakit Kamal Adwan di Beit Lahiya pada Jumat, 27 Desember 2024, pasukan Israel dilaporkan menahan puluhan staf medis dari rumah sakit di Gaza utara tersebut. Militer Israel sebelumnya dilaporkan memerintahkan puluhan pasien dan ratusan orang untuk mengungsi serta menahan staf medis, termasuk kepala rumah sakit, Hussam Abu Safiya. Kementerian Kesehatan Gaza belum tahu kondisi Abu Safiya setelah dinyatakan tertahan oleh tentara Israel. Fasilitas kesehatan utama terakhir di Gaza utara menjadi lumpuh akibat serangan terhadap rumah sakit tersebut, salah satu dari tiga fasilitas medis di tepi utara Gaza, kata Organisasi Kesehatan Dunia atau WHO dalam sebuah unggahan di media mereka. Hingga saat ini, militer Israel belum memberikan komentar resmi tentang nasib para tahanan medis tersebut.Ini membuat kekhawatiran besar di antara staf medis Gaza dan masyarakat umum.