Makanan yang disajikan selama ibadah haji memiliki jadwal yang teratur, dimulai dari makan pagi jam 7, makan siang jam 11-12, dan makan malam jam 5-6 sore. Distribusi makanan dilakukan secara bergantian oleh regu-regu dan prengan piket. Komposisi makanan tersebut dirancang agar mengandung gizi seimbang, dengan variasi karbohidrat dan protein yang selalu dirotasi. Meskipun demikian, variasi sayuran terbilang kurang karena lebih sering disajikan dalam bentuk tumisan.
Selain dari karbohidrat dan protein, serat juga penting dalam asupan jemaah, yang biasanya diperoleh dari buah-buahan seperti kurma, pir, apel, dan jeruk yang diberikan saat makan siang dan malam. Nova mengapresiasi rotasi menu yang dilakukan oleh pemerintah Indonesia untuk mencegah kebosanan jemaah. Meskipun demikian, setelah 40 hari di Arab Saudi, beberapa jemaah terkadang memilih untuk membeli lauk sendiri di sekitar hotel dengan harga sekitar 5 riyal, seperti sayuran kangkung, ikan serai, tongkol, bakso, soto, dan gado-gado.

