Pantauan satelit NASA MODIS menunjukkan bahwa terdapat 624 titik panas (hotspot) di seluruh Indonesia selama periode 1 hingga 26 Juli 2025. Provinsi Kalimantan Barat mencatat 121 hotspot, sementara Provinsi Riau mencatat 183 hotspot. Gubernur Riau telah menjatuhkan status tanggap darurat karhutla sejak 22 Juli 2025 sebagai respons terhadap situasi tersebut.
Kemenhut bersama berbagai instansi di Desk Karhutla di bawah koordinasi Kemenko Polhukam terus berupaya memadamkan kebakaran secara intensif melalui berbagai cara, termasuk dengan melibatkan Tim TNI, Polri, Manggala Agni, Masyarakat Peduli Api, dan personel BPBD. Faktor kondisi lahan yang sangat kering, terutama di hutan produksi dan lahan gambut, menuntut peningkatan kewaspadaan di berbagai provinsi yang rentan terhadap kebakaran.
Menteri Kehutanan, Raja Juli Antoni, menegaskan pentingnya upaya all out dalam penanganan kebakaran, termasuk dengan memperkuat penegakan hukum terhadap kebakaran yang terjadi di kawasan hutan dan area yang dioperasikan oleh perusahaan pemegang izin. Instruksi ini disampaikan setelah Menteri Kehutanan meninjau langsung lapangan di Riau pada 23 Juli 2025.

