Kualitas beras yang digunakan sangat berpengaruh terhadap daya tahan nasi. Beras yang sudah disimpan terlalu lama atau memiliki kualitas rendah biasanya memiliki kadar air yang lebih tinggi. Jika beras memiliki kelebihan kadar air, maka hal ini dapat memicu pertumbuhan mikroorganisme seperti bakteri dan jamur, yang pada akhirnya akan mempercepat proses pembusukan nasi. Selain itu, beras dengan kadar air tinggi juga cenderung mengalami perubahan tekstur saat dimasak, menjadi lebih lembek, mudah menggumpal, dan mudah basi.
Takaran air yang tepat saat memasak nasi juga sangat penting. Jika menggunakan terlalu banyak air, tekstur nasi akan terlalu lembek dan lembap, menciptakan kondisi ideal bagi pertumbuhan bakteri. Sebaliknya, jika terlalu sedikit air digunakan, nasi akan menjadi kering dan keras. Setiap jenis beras memiliki kebutuhan air yang berbeda, sehingga menyesuaikan takaran air agar nasi matang sempurna dan tidak mudah basi sangatlah penting.
Mencuci beras hingga bersih sebelum dimasak juga merupakan langkah penting. Meskipun ada kekhawatiran nutrisi akan hilang, namun mencuci beras hingga airnya bening dapat membantu menghilangkan kotoran dan bakteri yang menempel pada beras. Dengan demikian, nasi yang dihasilkan akan lebih awet dan tidak cepat basi. Penting untuk diingat, hindari meremas beras atau mengaduk terlalu sering agar nutrisi tetap terjaga dan tidak hilang.

