Marius Borg menghadapi 23 tuduhan pelanggaran hukum serius termasuk pemerkosaan, pelecehan seksual, dan pelanggaran perintah penahanan. Keputusan apakah dakwaan tersebut akan diajukan akan segera diambil oleh Jaksa Sturla Henriksbø. Meskipun terjadi kasus hukum serius tersebut, Marius terlihat tidak terlalu terpukul. Ia tetap aktif dengan gaya hidupnya, melakukan perjalanan ke berbagai negara di Eropa seperti Italia, Cannes, Monako, dan Portugal meskipun menuai kritik publik yang keras atas perilakunya yang dianggap kurang sesuai dengan standar yang diharapkan dari anggota keluarga kerajaan. Penggunaan paspor diplomatik juga menjadi bahan perdebatan karena Marius, yang bukan anggota keluarga kerajaan aktif, diberikan hak istimewa tersebut. Namun, atas kasus ini, penggunaan paspor diplomatik sekarang dibatasi hanya untuk anggota keluarga kerajaan yang aktif dan sekelompok individu yang ditunjuk oleh negara, sehingga anggota keluarga lainnya termasuk Marius harus menggunakan paspor biasa setelah dewasa.

