Memahami Ancaman Tren Sleepmaxxing di Media Sosial

Date:

Share post:

Para ahli mengekspresikan kekhawatiran terhadap tren sleepmaxxing setelah dilaporkan bahwa setidaknya satu kematian di China tahun lalu dikaitkan dengan praktik “menggantung leher” serupa. Timothy Caulfield, seorang pakar misinformasi dari University of Alberta di Kanada, menganggap teknik ini sebagai hal yang konyol, berpotensi berbahaya, dan tidak didukung oleh bukti ilmiah. Menurutnya, fenomena sleepmaxxing adalah contoh bagaimana media sosial dapat mempropagandakan hal-hal yang tidak masuk akal.

Selain itu, ada praktik populer lain seperti menutup mulut dengan plester saat tidur yang diyakini dapat meningkatkan pernapasan hidung. Para influencer mengklaim bahwa hal ini dapat memberikan manfaat berupa tidur yang lebih nyenyak, kesehatan mulut yang lebih baik, dan mengurangi dengkuran. Namun, sebuah laporan dari George Washington University menemukan bahwa sebagian besar klaim ini tidak didukung oleh penelitian medis. Para ahli juga mengingatkan bahwa praktik ini bisa berbahaya terutama bagi penderita sleep apnea, kondisi yang mengganggu pernapasan saat tidur.

Source link

Semua BErita

Raksasa Iwan Effendi Paling Dicari di Art Jakarta Papers 2026

Art Jakarta Papers 2026 baru saja selesai digelar di City Hall, Pondok Indah Mall 3, dengan menghadirkan 28...

Selamatkan Pesut Mahakam: 2 Perusahaan Batu Bara Dilarang Beroperasi

Pesut Mahakam, mamalia air tawar endemik Sungai Mahakam, semakin terancam oleh penurunan populasi yang mengkhawatirkan. Hanya tersisa sekitar...

Peran Penting 4 Pilar Menurut Anggota DPR RI Hj Ida Nurlaela

Anggota DPR RI Fraksi PDI Perjuangan, Hj. Ida Nurlaela Wiradinata, mengadakan kegiatan Sosialisasi Empat Pilar MPR RI di...

Lisa BLACKPINK Duta Merek Shiseido: Promosi Serum Anti-aging

Lisa dari BLACKPINK telah menambah portofolio kerjanya dengan menjadi duta merek global untuk Shiseido, merek kecantikan terkenal asal...