Memahami Ancaman Tren Sleepmaxxing di Media Sosial

Date:

Share post:

Para ahli mengekspresikan kekhawatiran terhadap tren sleepmaxxing setelah dilaporkan bahwa setidaknya satu kematian di China tahun lalu dikaitkan dengan praktik “menggantung leher” serupa. Timothy Caulfield, seorang pakar misinformasi dari University of Alberta di Kanada, menganggap teknik ini sebagai hal yang konyol, berpotensi berbahaya, dan tidak didukung oleh bukti ilmiah. Menurutnya, fenomena sleepmaxxing adalah contoh bagaimana media sosial dapat mempropagandakan hal-hal yang tidak masuk akal.

Selain itu, ada praktik populer lain seperti menutup mulut dengan plester saat tidur yang diyakini dapat meningkatkan pernapasan hidung. Para influencer mengklaim bahwa hal ini dapat memberikan manfaat berupa tidur yang lebih nyenyak, kesehatan mulut yang lebih baik, dan mengurangi dengkuran. Namun, sebuah laporan dari George Washington University menemukan bahwa sebagian besar klaim ini tidak didukung oleh penelitian medis. Para ahli juga mengingatkan bahwa praktik ini bisa berbahaya terutama bagi penderita sleep apnea, kondisi yang mengganggu pernapasan saat tidur.

Source link

Semua BErita

Seni Era Soekarno: Momen Nostalgia 64 Tahun Hotel Indonesia Kempinski

Hotel Indonesia Kempinski: Memelihara Nostalgia Era Soekarno Pada tahun 1962, Hotel Indonesia bukan hanya dibangun sebagai tempat menginap biasa....

Fakta Seputar Stevia vs. Gula: Mana yang Lebih Sehat?

Keunggulan Stevia Sebagai Pengganti Gula Stevia semakin populer sebagai alternatif pengganti gula, terutama bagi individu yang peduli dengan asupan...

Tips Menata Lemari Pakaian: Sistem Warna & Kategori

Menata lemari pakaian memang bisa menjadi pekerjaan yang melelahkan bagi sebagian orang. Namun, dengan menerapkan sistem pengorganisasian yang...

Kaki Gatal Terus? 5 Penyebab, Cara Atasi dan Cegah!

Kaki Gatal: Penyebab, Pengobatan, dan Pencegahan Merasa kaki gatal adalah keluhan yang umum dan dapat dipicu oleh berbagai faktor,...