Pada tanggal 20 November setiap tahunnya, dunia memperingati Hari Anak Sedunia dengan tema “My Day, My Rights” atau “Hariku, Hakku”. Tujuan peringatan ini adalah untuk meningkatkan kesadaran global tentang hak-hak anak dan isu-isu yang mempengaruhi masa depan mereka. Konsep “My Day, My Rights” menekankan bahwa anak memiliki hak-hak yang harus dihormati dan dipenuhi, termasuk hak untuk dilindungi, mendapat pendidikan, kesehatan, berpartisipasi dalam masyarakat, dan didengarkan.
Dalam rangka memperingati Hari Anak Sedunia, berbagai kegiatan dilakukan untuk mengangkat suara anak-anak dan mendukung kebutuhan mereka. Salah satunya adalah dengan mempelajari hak-hak anak, yang merupakan langkah awal untuk menjadi pembela hak anak. Kampanye juga sering dilakukan oleh UNICEF dan mitra untuk menyoroti pentingnya hak-hak anak. Tak hanya itu, kegiatan “kids’ takeovers” memberikan kesempatan kepada anak-anak untuk “mengambil alih” peran penting dalam berbagai bidang.
Bangunan-bangunan penting di seluruh dunia juga turut serta dalam peringatan Hari Anak Sedunia dengan cara disulap menjadi warna biru. Langkah ini bertujuan untuk menunjukkan dukungan terhadap hak-hak anak. Pada tahun 2019, landmark terkenal seperti Menara Eiffel di Prancis dan Akropolis Athena ikut serta dalam kampanye ini dengan menerangi bangunan mereka menjadi biru.
Peringatan Hari Anak Sedunia memberikan kesempatan bagi semua pihak untuk berpartisipasi dalam upaya melindungi dan memenuhi hak-hak anak. Melalui pemahaman, kampanye, kegiatan partisipatif, dan dukungan simbolis, Hari Anak Sedunia memberikan momentum untuk memperjuangkan hak-hak anak secara global.

